1
Roti, Darah, dan Baja yang Tak Mengeluh
ECON000Lesson 5
00:00

Awal dekade 1820-an di Inggris menandai pergeseran kelam dari optimisme cerah Adam Smith. Dunia Wealth of Nations mulai tertutupi oleh apa yang kelak dikenal sebagai Ilmu Muram. Di era ini, Malthus dan Ricardo... mengubah sudut pandang zaman mereka dari optimisme menjadi pesimisme, menggantikan visi kemajuan dengan kalkulasi dingin tentang kelangkaan dan perjuangan.

WaktuKuantitasPasokan Pangan(Aritmetika)Populasi(Eksponensial)Surplus PanganLonjakan BerlebihTitik Krisis

Mekanisme Ricardian

Hadiah Ricardo bagi dunia sangatlah gamblang. Inilah dunia yang ditelanjangi hingga esensinya dan terbuka bagi siapa pun untuk dikaji. Ia membangun model ekonomi kapitalis yang berfungsi bagaikan mesin tanpa henti, diatur oleh hukum sewa, perpajakan, dan persoalan populasi yang tak terhindarkan. Namun, metodologi iniβ€”sering disebut Ricardian Vice (Teori)β€”melibatkan penciptaan model yang sangat abstrak yang, meskipun konsisten secara logis, sering mengabaikan realitas kacau dan penuh penderitaan dari manusia yang terperangkap di dalamnya.

Baja yang Tak Mengeluh vs. Tangan-Tangan Pekerja

Saat Perang Napoleon mereda, Inggris tidak menemukan kedamaian, melainkan depresi umum. Lanskap industri sedang diubah oleh baja yang tak mengeluhβ€”mesin-mesin yang berproduksi tanpa henti tanpa perlu makanan atau istirahat. Hasilnya adalah penggusuran tangan-tangan pekerja yang brutal. Para pekerja bukan lagi mitra dalam produksi, melainkan korbannya.

  • 1779: Pendahulu badai, saat massa delapan ribu pekerja menyerang sebuah pabrik dan membakarnya hingga rata dengan tanah.
  • 1811: Protes Luddite terhadap teknologi melanda Inggris saat para pekerja berusaha menghancurkan mesin-mesin yang menghancurkan hidup mereka.
  • 1816-1820: Kondisi bisnis sangat buruk; teori kelebihan produksi umum (overproduksi) menjadi kenyataan, dan kerusuhan 'roti dan darah' meledak di seluruh negeri.
Suara Radikal

Sementara Ricardo menghitung sewa, William Cobbett menggerakkan massa. Ia melihat bahwa "kebijakan ekonomi" abstrak para elit telah menciptakan situasi di mana kaum miskin dipandang hanya sebagai variabel dalam persamaan Malthusian, yang mengarah pada radikalisasi kelas pekerja Inggris.